Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label huruf timbul bandung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label huruf timbul bandung. Tampilkan semua postingan
Selasa, 03 Juni 2014

10 fakta Sejarah Indonesia tidak Kamu Ketahui

http://apaantuhdotcom.files.wordpress.com/2014/06/b0ee2-fakta.jpg?w=422&h=280
Banyak orang indonesia yang tidak mengetahui sejarahnya sendiri, sejarah yang sebenarnya, bukan sejarah yang dibelokkan oleh rezim politik untuk kepentingan kekuasaan.
Semakin lama semakin terkuak sejarah indonesia yang dulunya tidak terekspose ke permukaan.
Semakin derasnya informasi, fakta-fakta sejarah tersebut muncul kepermukaan dan mulai menjadi berita hangat untuk indonesia.
berikut 10 fakta Sejarah Indonesia tidak Kamu Ketahui dikutip berbagai sumber and lihat.co.id:
1. Presiden Yang Tak Dikenal
Presiden Yang Tak Dikenal
Indonesia bukanlah negara yang jumlah Presidennya banyak. Bandingkan dengan Amerika Serikat yang sudah memiliki 44 Presiden, Indonesia masih dalam hitungan jari tangan sehingga mudah diingat. Tapi coba tanyakan pada anak-anak muda siapa saja nama Presiden Indonesia. Mungkin yang disebut hanya Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur, Megawati, dan SBY.
Ada dua nama yang terlewat, yakni Sjafruddin Prawiranegara dan Mr.Assaat. Faktanya, Sjafrudin Prawiranegara pernah ditugaskan sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) pada tahun 1948 untuk menjalankan roda pemerintahan dari Bukittinggi, sebab saat itu Soekarno dan Hatta ditangkap Belanda
pada Agresi Militer II. Lain lagi dengan Mr.Assaat. Tokoh yang ikut ditangkap Belanda dan diasingkan ke Pulau Bangka bersama Soekarno dan Hatta ini sempat menjadi “Acting Presiden Republik Indonesia” alias pemangku sementara jabatan Presiden sejak Desember 1949 hingga Agustus 1950.
2. Presiden Korup
 Presiden Korup
Sejak jaman baheula Indonesia terkenal sebagai negara yang tingkat korupsinya tinggi. Hingga tulisan ini dibuat, mantan Presiden Soeharto mencatat prestasi sebagai pemimpin negara paling korup sedunia. Tidak ada pemimpin negara lain yang menyaingi nilai korupsi Soeharto yang diperkirakan mencapai angka 15-35 milyar dollar AS.
Prestasi ini dicapai Soeharto selama 32 tahun masa pemerintahannya. Padahal Soeharto pada awal menjabat sebagai Presiden dulu pernah mengkritik era Orde Lama Soekarno yang dinilai tidak mampu memberantas korupsi. Well,..people changed. Meskipun pada tahun 1998 era Orde Baru Soeharto ditumbangkan oleh people power,
namun Soeharto selalu gagal diadili atas dugaan korupsi yang telah dilakukannya hingga ia meninggal 10 tahun kemudian. Uniknya, hingga kini masih ada wacana serius untuk menjadikan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional. Sebagian kalangan menilai jasa-jasanya amat besar bagi Indonesia. Ada anekdot bahwa gelar itu sangat
pantas, karena berkat jasa-jasa beliau lah kini korupsi begitu mengakar di setiap instansi pemerintah, dan barang siapa yang tidak korup bisa diolok-olok sebagai orang bodoh atau munafik. Buktinya? menurut survei sebuah perusahaan konsultan PERC, di tahun 2010 Indonesia menempati posisi juara 1 negara paling korup se-Asia Pasifik.
3. Arti Sebuah Nama Bagi Soekarno
Arti Sebuah Nama Bagi Soekarno
Jika Presiden Soekarno bisa memutar balik waktu, mungkin beliau akan mengubah tandatangannya di naskah Proklamasi. Saat sudah menjabat sebagai Presiden, Soekarno mengubah penulisan namanya menjadi Sukarno. Ia sangat membenci ejaan “oe” yang dianggapnya warisan penjajah Belanda. Sayangnya, naskah Proklamasi tidak boleh dirubah sama sekali. Soekarno sendiri dilahirkan dengan nama Kusno Sosrodihardjo, sebelum dirubah ayahnya menjadi Soekarno karena sering sakit-sakitan saat kecil dulu. Terbukti saat menyandang nama Soekarno ia berjaya, persis seperti “Karna”, pahlawan dalam kisah Mahabrata yang mengilhami namanya. Namun ketika ia merubah lagi namanya menjadi Sukarno, nasibnya menjadi buruk.
4. Lan Fang, Republik pertama di Negeri Kita
Lan Fang, Republik pertama di Negeri Kita
Siapa bilang Indonesia Republik pertama di negeri kita ? Dua abad yang lalu, tepatnya tahun 1777, pernah berdiri Republik bernama Lan Fang di Pontianak, Kalimantan Barat. Saat itu bangsa Eropa dan Cina (yang katanya) lebih maju sejarah peradabannya pun masih memakai sistem Kerajaan / Monarki.
Bendera Republik Lan Fang berbentuk empat persegi panjang berwarna kuning dengan lambang dan kalimat “Lan Fang Ta Tong Chi”. Panji kepresidenan berbentuk segi tiga berwarna kuning dengan kata “Chuao” (Jenderal). Pejabat tingginya berpakaian ala Tiongkok kuno, sedangkan yang berpangkat lebih rendah mengenakan pakaian ala barat.
Lo Fang Pak, seorang guru dari Kwangtung-Cina merupakan pendiri sekaligus Presiden pertama Republik Lan Fang yang berjasa menyatukan puluhan ribu orang Tionghoa yang saat itu berburu emas sampai ke Kalimantan Barat.
Hebatnya, Republik Lan Fang kala itu sudah membangun jaringan transportasi, punya kitab undang-undang hukum, menyelenggarakan sistem perpajakan, mengembangkan sistem pendidikan, pertanian dan pertambangan, bahkan punya ketahanan ekonomi berdikari, lengkap dengan perbankannya !
Tidak hanya itu, Republik Lan Fang sangat disegani kemampuannya mengusir buaya di muara Kapuas. Bahkan setelah sukses membantu Sultan Kun Tien dalam perang melawan Kesultanan Mempawah dan kelompok Dayak, seluruh orang Tionghoa memilih berlindung pada Republik Lan Fang, termasuk Sultan Kun Tien sendiri.
Setelah 47 tahun berdiri dan tercatat punya 10 Presiden yang dipilih lewat Pemilu, akhirnya Republik Lan Fang takluk di tangan penjajah Belanda. Namun karena takut Dinasti Cina membantu Lan Fang (baca: Lan Fang rajin memberi upeti tiap tahun ke Dinasti Ching di Cina), lantas Belanda baru berani mengumumkan penaklukkan itu secara resmi 27 tahun kemudian saat Republic of China berdiri.
Bejimane pun ane bangga dengan indonesia DIRGAHAYU NEGARAKU
5. Nama Jalan Pahlawan Indonesia di Belanda
Nama Jalan Pahlawan Indonesia di Belanda
Indonesia punya keterikatan historis dengan Belanda yang pernah menjajahnya selama 3,5 abad. Uniknya jika pelesir ke Belanda, akan menemukan nama-nama pahlawan perjuangan Indonesia di beberapa kota. Ada nama jalan Mohammed Hatta dan Sutan Sjahrir di kota Haarlem. Ada juga jalan RA Kartini atau RA Kartinistraat yang diabadikan di empat kota sekaligus: di Amsterdam, Haarlem, Utrecht, dan Venlo. Bahkan Kartinistraat di kota Utrecht lebih luas dibanding jalan Che Guevara, tokoh pejuang Amerika Latin yang legendaris itu. Namun jangan senang dulu, karena di kota Haarlem juga terdapat nama jalan Chris Soumokil, presiden gerakan separatis RMS (Republik Maluku Selatan) yang dulu dihukum mati di Kepulauan Seribu.


6. Negara Maritim
Negara Maritim
Siapa yang tak tahu kalau Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia dengan perairan seluas lebih dari 3,2 juta km2 dan pantainya terpanjang kedua di dunia setelah Kanada. Untuk mengamankannya dari serangan musuh dan pencuri kekayaan alam Indonesia tentu dibutuhkan pasukan militer yang tangguh. Ironisnya, saat ini untuk mengamankan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia hanya punya 17.000 personil marinir. Artinya, satu pulau dijaga oleh satu orang marinir. Menyedihkan.
7. Kuburan ala Indonesia
Kuburan ala Indonesia
Ada banyak cara menguburkan jenazah, dan orang Indonesia punya cara yang unik dalam melakukannya. Orang-orang Toraja di Sulawesi Selatan memakamkan jenazah di bukit atau tebing-tebing yang terjal. Makam yang tersohor antara lain Batu Lemo. Disini bahkan para mayat diganti pakaiannya pada waktu-waktu tertentu.
Ada juga Kuburan Bayi Kambira; dimana jenazah bayi dibalsem dan dibungkus, lalu dimasukkan ke dalamnya pohon besar yang sudah dilubangi terlebih dulu. Setelah itu lubang ditutup dengan anyaman ijuk. Ada juga makam Batu Karang Terjal Londa. Mayat dimasukkan ke peti-peti yang kemudian diatur sesuai garis keturunan keluarga, lalu diletakkan di dalam goa yang dalamnya sekitar seribu meter. Bayangkan, di dalam goa itu kita akan menemukan ribuan tengkorak dan tulang-belulang manusia.
Orang-orang Dayak suku Benuaq di pedalaman Kalimantan Timur juga punya kuburan unik. Mayat tidak dikubur dalam tanah, melainkan diletakkan ke dalam peti yang disangga oleh tiang atau digantung pada tali. Setelah beberapa tahun peti itu dibuka lagi, lalu tulang-belulang mayat didoakan, kemudian dimasukkan lagi ke dalam peti bertiang yang permanen.
8. Tetangga Yang Baik Bagi Malaysia
Tetangga Yang Baik Bagi Malaysia
Tanyakan pada seluruh negara di Asia Tenggara, dijamin mereka merasa bahagia hidup berdampingan dengan Indonesia. Bagaimana tidak, oknum-oknum pemerintah Indonesia tak pernah berhenti menggratiskan kekayaan alam Indonesia pada negara lain. Saking murah hatinya, yang namanya pencurian ikan, pencurian pasir, illegal logging, dll seringkali tidak diproses hukum melainkan selesai lewat jalan “damai”.
Diantara semua negara tetangga, mungkin Malaysia yang paling happy. Negara yang berpenduduk hanya 27 juta orang dan luas negaranya tak sampai setengah Pulau Kalimantan ini berulang kali membuat “dosa” pada Indonesia namun selalu dimaafkan. Dari mulai merebut Pulau Sipadan & Ligitan di Selat Makassar sana, kekerasan pada TKI,
illegal logging, mengklaim hak paten atas kesenian Indonesia, dan bla..bla..bla… Belum ada pemimpin Indonesia yang berani pada Malaysia seperti Bung Karno. Idenya untuk Ganyang Malaysia tak pernah jadi kenyataan. Apalagi presiden RI yang sekarang cukup feminin (istilah lain dari mengutamakan diplomasi”). Tak pantaslah harga diri bangsa ditukar dengan jiwa pengecut. Tapi itulah realita. Suka tidak suka, Indonesia benar-benar tetangga yang baik bagi Malaysia. Bukan tak mungkin nantinya Indonesia yang akan diganyang Malaysia.
9. Orang Terkenal “Made in Indonesia
Orang Terkenal “Made in Indonesia
Tuhan berbaik hati memberi kekayaan alam melimpah pada Indonesia, sampai-sampai dulu bangsa Eropa tega menjajah demi rempah-rempah. Mereka, khususnya bangsa Belanda, menghuni Indonesia ratusan tahun lamanya dan beranak-pinak dengan warga lokal. Itulah kenapa saat ini ada sekitar setengah juta warga negara Belanda yang punya garis keturunan Indonesia.
Tengok saja para pemain sepakbola Belanda saat ini. Dalam tim nasional Belanda banyak yang punya darah Indonesia dari kakek-nenek mereka. Sebut saja Robin Van Persie, John Heitinga, Demy De Zeeuw, Nigel de Jong, Denny Landzaat, Giovanni van Bronckhorst. Yang disebut terakhir justru masih bisa berbahasa Indonesia meskipun tidak lancar.
Maklum, ibunya bermarga Sapulette, berasal dari Saparua, Maluku.
Selain mereka, dipercaya ada ratusan pemain sepakbola di Eropa yang keturunan Indonesia. Ada yang berdarah Ambon seperti Christian Supusepa, Justin Tahapary, Michael Elias Timisela. Ada yang keturunan Batak seperti Radja Nainggolan, dan keturunan Jawa seperti Leroy Gerald Resodihardjo.
Selain pemain sepakbola, masih ada segudang tokoh terkenal dunia yang punya darah Indonesia. Mulai dari atlit, seniman, model, astronom, hakim agung, reporter, ahli persenjataan, politisi, hingga presiden dan perdana menteri. Singapura pernah punya Perdana Menteri keturunan Indonesia, yakni Lee Kuan Yew yang berdarah
Semarang dan Pontianak dari kedua neneknya. Bahkan presiden pertama Singapura, Yusof Ishak, yang wajahnya diabadikan dalam pecahan uang kertas Singapura, merupakan keturunan Minangkabau, Sumatera Barat. Zubir Said, sang pencipta lagu kebangsaan Singapura juga lahir di Bukittingi, Sumatera Barat.
Malaysia lebih ajaib lagi. Sejak Malaysia berdiri, negara itu baru memiliki enam orang Perdana Menteri, dan separuhnya adalah keturunan Indonesia. Tun Abdul Razak (Perdana Menteri ke-2 sekaligus bapak pendiri Malaysia), Najib Tun Razak (anak dari Tun Abdul Razak sekaligus Perdana Menteri Malaysia saat ini), dan Abdullah Ahmad Badawi (Perdana Menteri Malaysia ke-5) semuanya adalah keturunan Bugis, Sulawesi Selatan.
Mereka semua made-in Indonesia.
Itulah fakta-fakta yang mencengangkan kita, bisa membanggakan dan bisa memalukan nama Indonesia. Sebenarnya masih banyak fakta-fakta sejarah yang masih terkubur atau yang masih (sengaja) dirahasiakan, yang mungkin sebentar lagi akan terkuak. Tunggu kelanjutannya.
10. ternyata pejabat jaman dulu dan tokoh indonesia perokok
 ternyata pejabat jaman dulu dan tokoh indonesia perokok
gambar soeharto merokok
Minggu, 11 Mei 2014

Jasa Buat Huruf Timbul, Huruf Timbul Led, Acrylic Dsb.

 Jasa Buat Huruf Timbul, Huruf Timbul Led, Acrylic Dsb.
 
http://huruf-timbul.net/wp-content/uploads/2014/05/Huruf-Timbul-Robbins.jpg 

kami siap menerima pemesanan Neon Box, menerima cetak, design, konstruksi dan pemasangan neonbox, Siap memberikan kualitas dan pelayan cetak neon box terbaik.
 

Kami juga menerima pes
anan berbagai macam model dan bahan untuk Plang Nama seperti :
Neon Box,
Neon Sign,
Jenis Huruf Timbul,
Huruf Acrilic Cutting,
Papan Nama Kayu,
Papan Nama Besi,
Papan Nama Cutting Stiker, dll.
Papan Reklame
Billboard
Baliho

 
huruf-timbul.net telah banyak menangani beberapa project, baik dalam skala kecil maupun skala besar. Pengerjaan pembuatan serta pemasangan Neon Box, Papan Nama, Billboard, dll telah kami tangani baik di dalam kota maupun di luar kota.

Spesifikasi Teknis:
Bahan dasar Vinyle, Colybrite, MMT, Acrylic
Lampu TL Philips 40 watt + Ballast / Lampu Sorot Backlite 100 Watt
Cover: Plat alumanium, Stanlless, Galvanis, Alumanium Composit
Rangka besi stall, besi siku (sejenisnya)
Tiang pipa besi, pondasi cor beton


Perihal Harga

Oleh karena Media Luar Ruang seperti Billboard, Neon Box dan sejenisnya sangat variatif model dan ukurannya, sehingga harga hanya dapat ditentukan bila kami telah memiliki data-data rinci terhadap media yang akan dibangun.
Data rinci yang diperlukan tersebut antara lain :  
  
Titik lokasi yang pasti dan telah disepakati melalui survey bersama antara tim kami dan calon pelanggan.


Ukuran media yang akan dibangun.


Model unik (bila ada) yang diinginkan
Teknis pencahayaan dan kapasitas pencahayaan, apakah dengan lampu dari arah depan (front light) atau lampu dari arah dalam (back light)
Ketinggian tiang dari tanah (Bila billboard)
Ketinggian pemasangan (Bila Neon Box dan sejenisnya)
Konstruksi rangka yang diinginkan (ditawarkan)
  

Info lebih lanjut dan untuk pemesanan hubungi

JASA PEMBUATAN HURUF TIMBUL PROSES CEPAT, KUALITAS PALING TERBAIK KIRIM KE SELURUH INDONESIA

UNTUK PEMBUATAN SILAHKAN KIRIMKAN GAMBAR KE EMAIL : orderhuruf[at]gmail.com

DENGAN FORMAT : NAMA # KOTA # NO TELP # LAMPIRKAN GAMBAR

Informasi Pemesanan Hub 0857-7930-5289

kunjungi website kami : http://huruf-timbul.net 
Selasa, 06 Mei 2014

Bongkar Reklame, Tangsel Kesulitan Dana

huruf-timbul.net - Badan Pelayanan Perizinan Terpadu Kota Tangerang Selatan, Banten, mengalami kesulitan dana untuk membongkar papan reklame (billboard), padahal targetnya akhir tahun 2010 sudah harus dilaksanakan.

“Untuk membongkar satu papan reklame membutuhkan biaya Rp 5 juta, sedangkan papan yang harus dibongkar jumlahnya mencapai 50 buah sehingga anggaran yang harus disediakan mencapai Rp 250 juta,” 

kata Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangerang Selatan Mursan Sobari di Tangerang, Sabtu kemarin.

BP2T Tangsel memang sebelumnya mengeluarkan keputusan bahwa per 1 Januari 2011 media jalan sudah bersih dari papan reklame, tetapi sampai saat ini belum ada satu pun yang dibongkar.
reklame-billboard
Pembongkaran reklame berdasarkan regulasi diamanatkan dalam Peraturan Wali Kota Nomor 27 Tahun 2010 tentang Penataan Reklame-Billboard di Kota Tangsel. Penyelenggara papan reklame diberikan batas waktu untuk membongkar sendiri besi baja milik mereka mulai 31 Desember 2010.

Pemberitahuan itu telah disampaikan kepada seluruh penyelenggara advertising yang papan reklame miliknya terpasang di zona terlarang. “Dana untuk pembongkaran jumlahnya sangat besar. Hal tersebut mejadi kendala bagi kami hingga saat ini. Ditambah lagi, pengusaha reklame masih memiliki kerja sama dengan pihak advertising,” katanya.

Mursan menuturkan, pihaknya juga telah mengirimkan surat kepada pengusaha reklame agar membongkar sendiri reklamenya.

Pengamatan di lapangan, puluhan reklame masih berdiri di sejumlah titik median jalan. Misalnya,billboard berukuran besar di sepanjang Jalan Raya Serpong, Jalan Raya Boulevard Bumi Serpong Damai (BSD), Jalan Cilenggang, Serpong, Mal ITC Serpong, WTC Serpong. Termasuk di Jalan Pamulang II, Jalan Siliwangi, Jalan Benda, Jalan Padjajaran, hingga Bundaran Pamulang dan perempatan Gaplek, Pamulang.

Kondisi yang sama juga terjadi di Jalan Ir Juanda, Jalan Dewi Sartika, Jalan WR Supratman, Ciputat, Tangsel. Belum lagi, beberapa besi berukuran besar iklan komersial di Bintaro dan Setu, Tangsel.
Senin, 05 Mei 2014

Pajak Reklame Rokok Naik, Pendapatan Tidak Turun

huruf-timbul.net - Walau pajak reklame rokok di Kota Yogyakarta naik 75-400 persen mulai bulan ini, perusahaan rokok diyakini tetap berani memasang iklan. Pemkot Yogyakarta optimistis target pendapatan Rp 1,7 miliar sepanjang tahun ini terlampaui. Sehingga, meski pemasang reklame secara kuantitas turun, namun dari segi pendapatan diyakini minimal sama.
huruf-timbul.net

“Terlalu banyak reklame rokok di jalan akan mereduksi citra Yogyakarta sebagai kota pendidikan, kota budaya, dan kota pariwisata,” ujar Heru Pria Warjaka, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Kota Yogyakarta, Rabu (2/7).

Sepanjang 2007, dari total pajak reklame yang didapat Pemerintah Kota Yogyakarta sekitar Rp 3,5 miliar, pajak reklame rokok menyumbang sepertiganya atau paling besar. Reklame ini bisa berupa baliho, papan, neon box, umbul-umbul, dan spanduk.

Kenaikan pajak reklame rokok mulai 1 Juli 2008 kemarin, memang besar. Pajak yang terkecil yakni pada umbul-umbul dan spanduk naik 75 persen atau dari Rp 125.000 menjadi Rp 150.000 untuk dua minggu pemasangan.

“Untuk reklame permanen seperti papan, baliho, atau neon box, kenaikannya 400 persen atau paling tinggi. Pajak reklame neon box yang berukuran 1×2 meter, misalnya, naik dari Rp 800.000 menjadi Rp 3,2 juta,” ujar Tugiyarto, Kepala Seksi Pendaftaran KPPD Yogyakarta.
 
© Copyright 2011 ygwypf All Rights Reserved.
Free Templates by Cool Blogger Tutorials- Powered by Blogger.com.